Perempuan Aceh
Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 dari
keluarga bangsawan Aceh. Cut Nyak Dien
adalah perempuan Aceh bernyali singa, dikenal ketangguhannya karena banyak terlibat
langsung dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Beliau
tidak pernah menyerah, meski sudah
ditinggal dua kali oleh sang suami yang gugur di medan perang, yaitu Teuku Ibrahim dan Teuku Umar.
Yang
meng-inspirasi saya, kerena beliau adalah
seorang perempuan Aceh sama seperti saya, dan walaupun seorang perempuan beliau
tidak pernah menyerah berjuang, karena kecintaannya pada
bangsanya membuat saya ingin melakukan hal yang sama seperti beliau. Walaupun dalam konten yang berbeda, seperti mencintai Indonesia dan tetap melestarikan
kebudayaannya, dan sebagai mahasiswa saya akan giat belajar dan mengubah negara
ini menjadi negara yang lebih maju. Dan tidak
menyia-nyiakan pegorbanan yang telah dilakukan oleh perempuan Aceh Cut Nyak
Dien.
Tidak
hanya berjuang dalam melawan penjajah Cut Nyak Dien sebagai seorang muslimah
merupakan penghapal Al-Qur'an yang piawai, hingga akhir hayat nya beliau
mengisi waktu dengan mengajarkan ilmu agama bagi masyarakat sekitarnya. Itu juga membuat saya sebagai seorang muslimah untuk terus
belajar membaca dan menghapal Al-Qur'an, terus memperdalam ilmu agama dan sebagai mahasiswa pendidikan untuk membaktikan
ilmu yang saya miliki kepada orang-orangdari di sekitar saya.
Beliau
lah Cut Nyak Dien, Pahlawan Nasional Indonesia yang membuat saya sebagai perempuan Aceh untuk terus berjuang,
mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, lalu sebagai muslimah terus memperdalam
ilmu Agama, dan selalu membagikan ilmu yang saya miliki sebagai mahasiswa
pendidikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar