Peningkatan SDM Melalui Keluarga; 10 Segi
Kesejahteraan Kelurga
10
segi kesejahteraan keluarga diantaranya adalah
1. Hubungan Intra-Antar Keluarga
2. Bimbingan Anak
3. Makanan
4. Pakaian
5. Perumahan
6. Kesehatan
7. Keuangan
8. Tatalaksana Rumah Tangga
9. Keamanan Lahir Batin
10. Perencanaan Sehat
Dari 10 Segi Kesejahteraan Keluarga saya akan membahas poin
3 yaitu Makanan lebih dalam lagi dalam peningkatan SDM melalui keluarga.
Makanan adalah
kebutuhan pokok yang paling utama dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup. Tanpa
pangan, manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Pangan juga berfungsi sebagai
pemberi nutrisi bagi pertumbuhan seseorang. Oleh sebab itu, makanan yang layak
dan sehat adalah kebutuhan setiap orang. Pangan tersebut berupa sembako (sembilan
bahan pokok: Beras, sagu, dan jagung; gula pasir; sayur-sayuran dan
buah-buahan; daging; minyak goreng dan margarin; susu; telur; minyak tanah atau
LPG; dan garam beriodium dan bernatrium).
Kini, fungsi pangan
tidak sebatas sebagai alat pengganjal perut saja. Tetapi juga digunakan sebagai
alat untuk memberikan asupan nutrisi yang baik bagi tubuh dan juga sebagai
salah satu alat pemuas hidup (contohnya adalah makanan yang enak). Selain itu,
pangan juga bisa sebagai alat penunjuk status sosial. Seperti orang yang
membeli nasi di warung beda status sosialnya dengan orang yang membeli nasi di
restoran mewah.
Dalam kelurga
makanan adalah hal yang penting untuk membantu petumbuhan anak, dalam segi
fisik mupun psikologi anak tersebut. Kita
bisa mulai mengenalkan makanan sehat sejak anak kita lahir. Memberikan ASI pada
anak-anak kita sebenarnya merupakan awal yang baik untuk memulai. Seperti kita
ketahui, ASI merupakan makanan terbaik dan tidak bisa ditandingi dengan susu
formula semahal apapun. Setelah anak berusia 6 bulan dan siap mendapatkan MPASI
(makanan pendamping ASI), maka hendaknya kita memilihkan mereka makanan yang
alami dan sehat. Meskipun banyak makanan instan yang sangat praktis, namun
makanan pendamping ASI buatan sendiri lebih variatif dan kaya dengan zat-zat
gizi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan anak. Semakin bertambah umur anak,
kebutuhan mereka pun semakin meningkat, karena anak-anak kita mulai sekolah dan
memiliki banyak aktivitas yang menyita tenaga dan pikiran. Untuk itu, tetap
pantau pola makan anak, jangan sampai anak berangkat sekolah tanpa sarapan, dan
ingatkan anak untuk tidak terlambat makan meski banyak kegiatan. Apalagi saat
ini makin banyak kasus sakit gastritis (maag) yang menyerang anak usia sekolah.
Memakan makanan yang
memiliki serat tinggi. Kebiasaan makan sayur dan buah masih sangat kurang di
kalangan masyarakat Indonesia. Rata-rata konsumsi serat pangan penduduk
Indonesia baru memenuhi 10,5 gram per hari, ini berarti hanya memenuhi
kebutuhan serat sekitar sepertiga dari kebutuhan serat yang ideal (30 gram)
setiap hari. Hal ini mengakibatkan penyakit degeneratif (penyakit ketuaan),
seperti penyakit jantung, stroke, dan lain-lain meningkat tajam. Serat memiliki
banyak manfaat antara lain : meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dengan
cara meningkatkan motilitas (pergerakan) usus besar, memperlancar proses buang
air besar, mengurangi risiko wasir (ambeyen), dan mencegah kanker usus besar.
Makan sayur dan buah dalam jumlah yang cukup juga berfungsi ganda , yaitu
selain sebagai sumber serat juga merupakan sumber vitamin dan mineral, yang
kesemuanya itu dibutuhkan untuk pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.
Ada beberapa hal yang
perlu kita perhatikan ketika memilih sayur dan buah, tentunya supaya manfaat
yang diperoleh bisa maksimal. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan ketika memilih buah :
·
Pilihlah buah yang masak dan utuh. Buah
yang masak optimal memiliki rasa manis yang segar.
·
Pilihlah buah yang memiliki kulit yang
licin, segar, dan tidak keriput.
·
Warna buah harus terlihat segar dan
padat.
·
Pilihlah buah yang berbau harum (untuk
beberapa jenis buah tertentu)
·
Belilah buah tepat pada musimnya.
Sedangkan hal-hal yang perlu
diperhatikan ketika memilih sayuran, antara lain :
·
Sayuran daun,
pilihlah yang masih utuh dan segar, berwarna cerah, belum menguning, dan tidak
buram. Batang daunnya dapat dipatahkan dengan mudah dan tulang-tulang daunnya
masih terlihat jelas.
·
Sayuran buah,
pilihlah yang masih utuh, tidak pecah atau memar, tidak berair, serta tidak
lunak dan berbau busuk. Pilihlah yang sudah tua atau masak (untuk cabai dan
tomat), serta yang masih muda (untuk terung dan labu)
·
Sayuran polong,
Pilihlah polong yang masih muda, tidak berlubang-lubang, atau berbintik-bintik,
berbentuk silindris, berwarna hijau tua, dengan batas antara biji polong belum
terlihat jelas. Pilihlah yang dapat dipatahkan dengan mudah dan tidak
berlendir. Sedangkan untuk polong yang diambil bijinya, pilih yang sudah tua.
·
Sayuran umbi,
pilihlah umbi yang tidak berlubang-lubang, tidak lunak atau berair, kulit umbi
tidak terluka atau memar. Untuk kentang, pilihlah yang tidak berlekuk agar
pengupasannya mudah. Untuk bawang merah dan bawang putih, pilihlah yang kering
tapi tidak keriput. Untuk wortel, pilihlah yang masih muda dengan warna jingga
cerah.
Makanan yang berkalsium.
Kalsium tak hanya terdapat pada susu, yoghurt, keju atau produk susu olahan
lainnya. Makan ikan bersama tulangnya juga bisa mencukupi kebutuhan kalsium.
Kerry Neville, R.D., seorang nutritionist asal Amerika mengatakan tujuh ikan
sarden fillet bisa menyuplai 321 miligram, atau sekitar 1/3 dari kebutuhan kalsium harian. Begitu juga dengan 3 ons ikan salmon
kalengan, memenuhi 18 persen kebutuhan. Sumber kalsium lainnya adalah tofu, di
mana dalam 1/2 cangkir mencukupi hingga 25 persen.
Potassium.
Selama
ini pisang dan kentang yang dikenal punya kandungan potassium
tinggi. Tapi mineral yang penting untuk menjaga fungsi hati dan ginjal ini juga
tekandung dalam pasta tomat, kerang, tumbuhan polong (kadang kedelai, polong hijau, lentil) dan yoghurt. Potassium
juga terdapat pada ikan halibut dan tuna.
Vitamin
A. Vitamin
yang baik untuk menjaga kesehatan mata ini biasanya terkandung pada wortel, labu kuning, tomat, blewah atau sayuran serta buah berwarna oranye lainnya.
Tapi bayam ternyata juga mengandung vitamin A. Dalam satu
cangkir sayur bayam, bisa memenuhi setengah dari kebutuhan akan vitamin A. Begitu juga polong hitam dna brokoli kukus.
Vitamin
C.
Banyak orang lebih mengenal jeruk, jambu biji atau paprika merah sebagai sumber vitamin C.
Tapi ternyata vitamin yang berperan sebagai aintioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas
ini juga terdapat pada brokoli. Dalam satu cangkir brokoli yang sudah
dipotong-potong, cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C sepanjang hari. Variasikan kecukupan
vitamin C per harinya dengan sumber lain seperti kiwi, kembang kol, tomat atau
kubis.
Zat
Besi,
Zat besi berfungsi membantu mengalirkan oksigen ke
sel-sel tubuh. Zat ini biasa ditemukan dalam bayam, daging merah dan hati ayam. Tapi apabila Anda seorang
vegetarian atau tidak ingin terlalu banyak mengonsumsi protein hewani, bisa menggantinya dengan kacang-kacangan,
polong hijau/hitam, kacang kedelai atau lentil. Satu cangkir kedelai atau
lentil yang dimasak bisa memenuhi sekitar 48 persen kebutuhan zat besi harian.
Zinc.
Tiram disebut-sebut sebagai makanan paling kaya zinc. Tapi mineral yang
berperan besar dalam mempertahankan fungsi imun dan mempercepat proses
penyembuhan luka ini juga banyak terdapat pada dada ayam, yoghurt, tumbuhan
polong dan kacang mete. Dalam satu cangkir tumbuhan polong atau 8 ons yoghurt
bisa memenuhi kebutuhan zinc hingga 10 persen per harinya.
Itulah hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam memberikan makanan kepada anak, nutrisi yang sesuai. Anak
sebagai generasi penerus sudah menjadi tugas keluarga agar mereka menjadi SDM
yang berkualitas. Peran orangtua sangat penting dalam tumbuh kembang
anaknya. Jika makanan nya sudah sehat,
maka anak dapat beraktifitas dengan baik, terhindar dari penyakit dan dapat
berikir lebih cerdas lagi. Karena makanan menpengaruhi pola pikir dan juga
kebugaran jasmani kita.
